Fenomena Mini Liga di Palembang, Wajah Baru Tarkam atau Hanya Sekedar Pencitraan Semata??
admin
05-02-2021 18:54:25
PCL

EDITOR : PCL 

Palembang

Akhir-akhir tidak bisa dimunafikan, begitu tinggi dan mengeliatnya atmosfer komunitas sepakbola  di Kota Palembang. Hal ini mengakibatkan terbentuknya beberapa komunitas amatir, layaknya jamur tumbuh di musim penghujan tim tim ini terbentuk secara cepat, namun tidak sedikit yang hanya beberapa bulan lalu hilang, ini menjadi fenomena yang menarik.

Dilain sisi dengan hadirnya banyaknya tim/komunitas/klub menjadi masalah baru dimana permintaan akan sewa lapangan menjadi semakin banyak akan tetapi tidak diiringin dengan fasilitas yang tersedia, dimana jumlah lapangan yang terbatas dan sebagian berharga mahal menjadi sebab banyaknya team tidak memiliki homebase yang pasti. Sebagai contoh hanya ada berapa lapangan saja di kota Palembang yang mungkin masih bisa di sewa dan itupun kondisi lapanganya juga sangat memprihatinkan tak sebanding dengan biaya sewanya, diantaranya Std

Atletik Luar (Komplek Jakabaring Sport City), Std Kamboja, Lapangan UIN, Std Jasdam, Std Patra Jaya, Lapangan Auri, dan Lapangan Universitas IBA adalah lapangan- lapangan yang menjadi langanan komunitas team- team amatir.

 

 

Hal ini dimanfaatkan oleh beberapa komunitas sepak bola membentuk suatu event atau wadah yang bisa dalam satu waktu mampu menampung 6 sampai dengan 8 team dengan nama komunitas MINI LIGA. Misalkan MINI LIGA BROTHER FC (bahkan sudah diselenggarakan sebanyak 3 season), Fun Mini League by Pandawa, Mini Liga Wong Kito by Albar FC, Silahturahmi P-League by Palembang United, MINI LIGA 6 Pebem, yang tumbuh dimasa pandemi ini.

 

Beberapa pengamat dan pecinta sepak bola menilai miniliga menjadi solusi di tengah pandemi Covid 19 dikarenakan untuk membuat liga besar, belum bisa karena terkendala faktor, salah satunya izin dibeberapa pihak. Namun dampak positifnya adalah pecinta bola bisa saling bersilaturahim sesama para pemain bola. Demikian menurut manager Bhayangkara Sriwijaya, bang Adhi,, senada juga apa yang di sampaikan oleh CEO Familly FC bang Veru, Managerr Ex-SIMBELS FC, Bang Rizky, Captain Kawanbola FC bang Anca, Manager Playboy FC bang Deri.

 

Bang Veru menambahkan juga justru dengan adanya Mini Liga ini memberikan kesempatan kepada pemain -  pemain pro guna menjaga kebugaran dengan ikut di Mini Liga bertajuk FUN GAMES. Bang Adhi menambahkan masih ada dampak negatif dari event ini sendiri semisalkan kurangya kesadaran protokol kesehatan, meskipun aturan itu sudah dijalankan namun beberapa orang masih kurang sadar dan lalau akan hal itu.

 

Namun berbeda dengan pengamat lain Captain Playboy FC bang Gali Raka Siwi justru berpandangan berbeda dan menilai Mini Liga ini hanya memberikan keuntungan kepada team – team tertentu saja, tidak ada dampak positifnya yang ada malah timbul dampak negatif dimana sepak bola di Palembang bagai buih di lautan. Banyak pemain namun sedikit yang berkualitas ujarnya, karena disana tidak ada pembinaan sama sekali cuma ajang Fun Football dan ajang Pencitraan

Di lain sisi pandangan dari Deri (Playboy FC) dengan banyaknya Mini Liga menjadikan sebuah piala tidak ada artinya lagi, dan tidak menjadi sebuah lambang kesuksesaan, karena hampir setiap pekan dapat melihat team- team dengan mudah mengangkat tropi tanpa kerja keras dan perjuangan yang panjang dan konsisten yang dibangun dari rutinitas latihan secara berkala.

Namun terlepas pro dan kontra Mini Liga, semua pengamat sepakat agar di Kota Palembang kedepannya di saat kondisi sudah kondusif, bisa tersaji eveny liga yang resmi dan benar-benar mengarah pada pembinaan, ada kompetisi yang memang jelas dalam kualitas, manajemen keuangan, sistem regulasi, pemakaian wasit lisensi dan pelatih bertaraf lisensi. Hal ini tidak lain tidak bukan untuk kemajuan sepakbola di Kota Palembang untuk masa depan yang cerah.

admin
05-02-2021 18:54:25
PCL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *